Jakarta, STIPANnews - Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) bersama Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi atau Centre for Vocational and Extention Service Training (CEVEST) Kota Bekasi sepakat akan melakukan pelatihan kompetensi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi mahasiswa yang akan lulus.

Kesepakatan tersebut mengemuka pada pertemuan antara Kepala Pusat Sistem Informasi Manajemen STIPAN Puthut Wibowo dengan Kepala Seksi Pemberdayaan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi (BBPLK) Bekasi Muhammad Adenin Batubara, Jumat, 13 Mei 2022 di Bekasi.

Menurut Puthut, kegiatan pelatihan bagi mahasiswa nantinya akan dilakukan selama satu bulan. "Salah satu pelatihan kompetensi yang diselenggarakan adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi dilakukan selama 1 bulan penuh dan setiap bulan dilakukan," ujar Puthut.

Lebih lanjut ia mengatakan sebenarnya sasaran dari BPPLK adalah untuk melatih lulusan SLTA/Sederajat dan masih menganggur sehingga memiliki kompetensi karena untuk Perguruan Tinggi seharusnya sudah menjadi tanggung jawab dari DIKTI dan dianggap jika sudah lulus Perguruan Tinggi sudah memiliki kompetensi. "Namun demikian tidak dapat dipungkiri, lulusan perguruan tinggi pun begitu lulus dari perkuliahan belum tentu dapat memperoleh pekerjaan," lanjut Puthut.

Untuk itu, lanjutnya, guna meningkatkan kompetensi lulusannya STIPAN akan memasukkan mahasiswanya untuk mengikuti pelatihan di BPPLK Kota Bekasi. "STIPAN dapat memasukan mahasiswanya untuk mengikut kompetensi Teknologi Informasi selama 1 bulan di BBPLK, adapun dokumen yang dibutuhkan adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Ijazah SMA yang di legalisir," ujar Puthut.

Menurutnya, proses rekrutment dari BPPLK nanti akan dipermudah untuk mahasiswa STIPAN dengan catatan dari STIPAN melakukan monitoring terhadap mahasiswa yang dilatih di BPPLK sampai dengan selesainya pelatihan di BBPLK selama satu bulan. "Setiap lulusan BPPLK nantinya akan dilakukan Tracing lulusan BBPLK termasuk ke penggunanya baik industri maupun kegiatan bisnis lainnya," tambah Puthut.

Puthut mengatakan selama ini BBPLK telah banyak bekerjasama dengan kampus di Kota Bekasi. "Teknisnya mahasiswa dari kampus yang dilatih didokumentasikan pada saat pelatihan, sementara untuk perjanjian kejasama dilakukan belakangan," tambahnya.

Menanggapi rencana pelatihan bagi calon lulusannya, Ketua STIPAN Dr. Sumarsono, MDM menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, pelatihan khusus bidang teknologi, informasi dan komunikasi sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang akan lulus mengingaat saat ini masuk di era digital.

"Bagi mahasiswa, sertifikat pelatihan ini akan menjadi sertifikat pendamping ijazah yang sangat berguna saat nanti turun di lapangan dan bekerja diberbagai bidang pekerjaan," ujar mantan Dirjen Otda ini. Ia berharap kerjasama ini segera dapat diwujudkan sehingga lulusan STIPAN tidak hanya memiliki kompetensi dibidang ilmu terapan politik dan pemerintahan namun juga memiliki kemampuan yang mumpuni dibidang teknologi, informasi dan komunikasi.

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi lebih dikenal dengan nama CEVEST didirikan pada tahun 1985 dengan bantuan dari pemerintah Jepang sebagai bentuk kerjasama dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan ASEAN. BPPLK Kota Bekasi dibawah langsung Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sehingga Standar Operating Procedure (SOP) menigkuti apa yang telah di tentukan didalam Peraturan Menteri, termasuk salah satunya tahap seleksi peserta. SC-02*