Jakarta, STIPANnews - Sebagai calon kader abdi negara, Praja Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) perlu menguasai ilmu komunikasi sebagai bagian dari fungsi public relation (PR) atau hubungan masyarakat yang dilakukan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.

"Di dalam pelaksanaan pemerintahan terkait pelayanan publik ada fungsi hubungan masyarakat yang bertugas dipublikasikan dan disosialisasikan segala kebijakan pemerintahan baik pusat maupun pemerintah daerah berupa peraturan daerah ataupun peraturan gubernur serta kebijakan lainnya. Kebijakan pemerintah ini harus dikomunikasikan kepada masyarakat agar bisa dikenal dan dikontrol oleh masyarakat. Ini adalah tugas dari PR atau humas," ujar Jurnalis Senior Ferry BM Rende kepada redaksi di Kampus STIPAN, Jumat 1/10/2021.

Menurutnya, untuk menjalankan fungsi sosialisasi tersebut, seorang abdi negara harus mengusai ilmu komunikasi. "Sebagai kader pemerintah. Praja STIAN sebaiknya memahami ilmu komukasi yang implementasinya ada di hubngan masyarakat. Intinya, prinsip pemberitaan 5W dan 1H harus dipahami. itu adalah dasar dari pemberitaan atau jurnalisme," ujar Ferry.

5W 1H yang dimaksud adalah What yaitu Apa yang terjadi, Who yaitu obyek peristiwa, Why yaitu Mengapa hal itu bisa terjadi, When mengacu pada kapan peristiwa itu terjadi dan Where adalah Di mana peristiwa itu terjadi dan ditambah How untuk mengacu pada Bagaimana peristiwa itu terjadi.

"Namun ketika membimbing wartawan, saya menambahkan 1 S yaitu security atau save, karena pemberitaan yang tidak save berpotensi membahayakan si penulis atau narasumbernya. Meski bisa diralat, namun pemberitaan sudah tidak sempurna lagi," lanjutnya.

Menurutnya, pemberitaan yang akurat akan sampai ke masyarakat sebagai penerima informasi secara tepat dan bermanfaat baik bagi penulis, narasumber dan semua pihak. Untuk itu, ia mengajak Praja STIPAN untuk belajar menjadi wartawan dan belajar mengenai ilmu jurnalistik. “Belajar bisa dari mana saja termasuk dari googling, untuk mencari tahu apa itu 5W 1H, bagamana menulis judul, apa itu lead berita atau bagaimana menguraikan berita" ujar pendiri TV lokal pertama di Indonesia ini.

Pada kesempatan tersebut Ferry juga menekankan pentingnya praja mengikuti berbagai kegiatan ekstra kampus. Menurutnya pengalaman berorganisasi di kampus akan sangat bermanfaat ketika masuk dunia kerja sebagai abdi negara.

"Membentuk kader negara tidak hanya selalu dengan mengikuti pelajaran di dalam kelas, tapi kegiatan ekstra kampus dan kemahasiswaan sangat bermanfaat. Praja harus aktif di berbagai kegiatan di Kampus. Perkuliahan penting, namun kegiatan ekstra kampus juga penting termasuk kegiatan pengabdian pada mayarakat. Anda harus ikut serta dalamnya," tutupnya,” Tutupnya. SC-02*