Bogor, STIPANnews - Ditengah suasana kabut pagi hari kawasan Cisarua Puncak Bogor, 33 Praja Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) tampak sudah mulai mempersiapkan beraktivitas dengan mengikuti apel pagi yang dipimpin para pembimbing Praktek Kerja Lapangan (PKL) di basecamp meraka di wisma Batulayang.

Pagi itu, Rabu, 8 Juni 2022 di hari ketiga pelaksanaan PKL, pembimbing yang juga Kaprodi Ilmu Pemerintahan Catur Widiatmoko memberikan brifing kepada peserta PKL tentang apa saja yang harus dilakukan. Setelah mendapat pembekalan yang cukup, 33 Praja dibagi menjadi kelompok untuk melakukan PKL di tiga tempat yaitu Kantor Desa Cibeureum, Kantor Desa Citeko dan Kelurahan Cisarua.

Dari Wisma Batulayang, ketiga kelompok bergerak menuju ke tampat PKL dengan fasilitasi kendaraan operasional oleh kepala kantor desa masing-masing. Wajah gembira dan antusias terpancar dari raut mereka saat menyusuri jalan-jalan kecil ditengah perkebunan teh di kawasan tersebut. Terik matahari dan dingin pagi selepas hujan semalaman membuat suasana menjadi semakin menyenangkan.

Setiba di kantor Desa Cibeureum, praja STIPAN disambut hangat oleh Kepala Seksi Pelayanan Supriyadi dan langsung memberikan arahan kegiatan PKL. Desa Cibeureum merupakan salah satu desa yang memiliki banyak lokasi wisata salah satunya Taman Safari Indonesia. Di desa itu juga terdapat beberapa lokasi wisata lainnya berupa curug atau air terjun, desa wisata dan beberapa camping ground untuk kegiatan perkemahan.

Dalam pelaksanaan PKL di Desa Cibereum, praja STIPAN banyak melakukan dialog dengan beberapa perangkat pemerintah di desa, melakukan kunjungan ke beberapa RT dan melakukan sosialisasi ke masyarakat. "Sampai hari ini, teman-teman mahasiswa STIPAN sangat antusias tanya jawab dengan pengurus desa terkait jalannya pemerintahan desa," ujar Supriyadi kepada redaksi di depan kantor Desa Cibereum.

Menurut Supriyadi, mengingat pelaksanaan PKL yang singkat, mahasiswa diberikan keleluasaan untuk menggali sedalam-dalamnya kegiatan pemerintahan yang meliputi pembangunan, pemerintahan, pemberdayaan, dan pelayanan. "Silahkan dieksplore. Kita hanya memfasilitasi untuk bisa berdiskusi dan tanya jawab bersama RT, RW , BPD sampai kepala desa," tambah pria yang dikenal ramah ini.

Ia menyatakan kegembiraannya karena meski hanya beberapa hari, praja STIPAN sangat bersemangat mengikuti kegiatan demi kegiatan. "Mereka banyak bertanya tentang musyawarah desa, musrenbang, sampai dengan RPJMdes. Kita berikan penjelasan tentang alur musrenbang dari tingkat RT sampai nanti dibawa ke musyawarah desa. Tidak semua usulan dari RT dapat disetujui karena harus menyesuaikan dengan skala propritas," bebernya.

PKL di desa Cibeureum disuguhi berbagai macam kegiatan dari melihat lebih dekat pemerintahan desa sampai dengan kegiatan pertanian dan peternakan. Praja STIPAN tidak hanya melihat proses administrasi di KUD, namun diajak langsung untuk melihat peternakan sapi perah di wilayah tersebut. "Dari sapi peternak rakyat, hasilnya di pasarkan di Cimory, Frisian Flag dan banyak lagi. Jadii anak-anak tahu persis di lapangan dan bukan hanya teori saja," lanjut Supriadi.

Lebih lanjut Ia mengatakan karena Cibeureum merupakan daerah wisata maka mahasiswa PKL harus melihat pentingnya penataan lingkungan melalui eco village dan Kampung Ramah Lingkungan (KRR). "KRR kita merupakan best of the best tingkat Kabupaten Bogor, sehingga mahasiswa bisa belajar tentang reboisasi atau penghijauan di kawasan Puncak ini," tandasnya. SC-02*