Jakarta, STIPANnews - Birokrasi Indonesia masih sangat tertinggal, hal ini ditandai dengan masih banyaknya tumpang tindih kegiatan antar instansi. Untuk itu, harus ada lompatan menuju birokrasi digital indonesia.

"Birokrasi Indonesia masih pada level 1.0 padahal saat ini sudah era industri 4.0. Harus dipaksakan melalui pembangunan superapps, yaitu platfom digital yang terintegrasi yang menawarkan berbagai macam pelayanan dalam satu aplikasi," ujar Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) Dr. Sumarsono, MDM pada Kuliah umum dengan tema "Kepemimpinan Milenial Dalam Dinamika Kehidupan Berbangsa," dalam rangka Orientasi Studi Praja (OPSPra) STIPAN, Rabu, 29/9/2021.

Sumarsono sangat prihatin dengan kondisi birokrasi di Indonesia karena proses bisnis pemerintahan masih sangat manual dan masih berorientasi pada politik balas jasa dan balas dendam. "Masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia, padahal ASN seharusnya netral," ujar Mantan Dirjen Otda ini.

Ketertinggalan ini, lanjut Sumarsono, terjadi karena tidak adanya struktur dan metadata yang akurat. Untuk itu, pemerintah harus mengembangkan satu data Indonesia. “Saat ini, pemanfaatan teknologi masih terfregmentasi. Bayangkan saja, saat ini ada 27.000 aplikasi dan database kepegawaian yang terdaftar di 2700 server pemerintahan," sambung Sumarsono.

Untuk menjalankan lompatan tersebut, diperlukan kepemimpinan milenial yang memiliki natural intepreneur, berani mengambil resiko dan menerapkan etika dengan mengakui dan menghargai ide orang lain. "Dengan adanya kepemimpinan milenial ditambah revolusi indutri 4.0 akan menghasilkan kepemimpinan milenial era 4.0 yang memiliki goal yang jelas, memiliki motivasi yang tinggi, saling memberikan motivasi dan dukungan, berkontribusi pada bangsa dan negara serta bermanfaat untuk orang lain," ujar mantan Plt Gubernur DKI Jakarta ini.

Dalam kesempatan tersebut, Mantan PJ Gubenur Suawesi Utara ini juga mengaskan perlunya dinamika politik kebangsaan. "Silahkan berkiprah dalam panggung inovasi milenial namun tetap dalam koridor Pancasila sebagai payung hukum, berlandaskan pada UUD’45, saling menghargai dalam Bhineka Tunggal Ika dan tetap dalam bingkai NKRI," ujarnya.

Di akhir kuliah Umum, Sumarsono mengaskan STIPAN siap mengantarkan munculnya para calon kader NKRI di bidang kepamongprajaan yang siap pakai "Tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan. Selamat belajar, bangsa negara sudah geliah menanti hasil saudara. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang," Ujar Sumarsono mengutip statmen Bung Karno. SC-02*