“STIPAN ini merupakan sekolah berkarakter, dengan karakter yang jelas sejak pendirianya. Dikembangkan sebagai pusat karakter bangsa, melalui penyiapan para calon/kader-kader birokrat dan juga para politisi yang memiliki jiwa kebangsaan Indonesia  dengan merah putih di dadanya”, ungkap Profesor Dr.Drs Ermaya Suradinata,SH,MH, Wakil Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Abdi Negara Nusantara (YPANN).

Sejak 15 tahun Yayasan yang dipimpian Prof.Indra Djati Sidi, Ph.D sebagai Ketua Pengurus YAPANN inidisahkan, misi mulia untuk menyiapkan calon birokrat yang professional berwawasan kebangsaan, kini sudah semakin menjadi sesuatu yang nyata. Aktualisasinya diperkuat dengan pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN), sebagai instrumen pelaksanaanya. Sebagai lembaga Pendidikan tinggi, bagi STIPAN, misi mulia tersebut merupakan amanah yang diwujudkan lebih konkrit dengan membuka 3 program studi (Prodi), yaitu Prodi Ilmu Pemerintahan (Strata I ), Prodi Ilmu Politik (Strata I), dan  Prodi Ilmu Pemerintahan (S2) dengan sejumlah program konsentrasi yang relevan dengan dinamika kebutuhan Indonesia.

STIPAN dengan branding  sebagai Sekolah Kader NKRI, dengan karakteristik yang unggul di bidang terapan ilmu pemerintahan dan ilmu politik, memberikan ciri tersendiri bagi khasanah kekayaan dunia Pendidikan tinggi di Indonesia. Di balik ini semua, ada semangat STIPAN, untuk hasilkan lulusan dengan kompetensi yang siap pakai. Di samping kurikulum standard yang diwajibkan Ditjen Dikti, STIPAN mengintrodusir pola Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan ( JARLATSUH), menjadi unggulan upaya untuk terbangunnya karakter calon birokrat yang professional, beraklak mulia, dan berwawasan kebangsaan. Bagi lulusan STIPAN, yang mahasiswanya lintas suku, agama, dan suku, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Saling menghormati dan menghargai perbedaan, dijunjung tinggi Pancasila sebagai landasan ideologis dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, yang bulat dijiwai dengan semangat Bhineka Tunggal Ika dari para praja dan alumninya,  akan memperkuat NKRI melalui berbagai peran para birokrat lulusan STIPAN.

Istilah “kader” dapat dimaknai merupakan penyangga-penguat sesuatu, sebagaimana peran pigura sebagai penguat foto ataupun peran “gapit” sebagai penjepit-penguat wayang kulit. Dalam konteks birokrasi, para ASN yang bekerja sebagai birokrat inilah yang potensial menjadi kader birokrasi, sejauh professional dalam berkinerja dan memiliki wawasan/jiwa kebangsaan Indonesia.

“Seiring dengan perkembangan jaman, terlebih masuk pada era teknologi informasi saat ini, STIPAN harus mau berubah bila ingin tetap eksis dan maju. Silahkan perubahan terus digulirkan untuk kemajuan STIPAN dan yang tak kalah pentingnya,  jaga kekompakan”, pesan Dr.H.M Feisal Tamin, Ketua Pembina YAPANN kepada Ketua STIPAN yang baru, Soni Sumarsono.

“STIPAN  BARU, STIPAN MAJU”, sebagai spirit perjuangan, saat ini mewarnai semangat seluruh dosen dan karyawan. Saat ini, STIPAN sedang berbenah dan terus berusaha memperkuat jati dirinya sebagai Sekolah Kader NKRI. Penegasan Ketua STIPAN  “Bagi Saya, menyiapkan sumberdana manusia aparatur melalui Lembaga Pendidikan STIPAN hari ini, merupakan sebuah investasi generasi praja Indonesia yang berkualitas 10-20 tahun mendatang.”  *** (S.02-SC).