Jakarta, STIPANnews - Hasil kuliah selama dua tahun program magister Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN) dirasakan benar manfaatnya oleh Barhum HS yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Proinsi Banten.

Menurut Barhum, sebagai perguruan tinggi, STIPAN cukup berkompeten dalam menyalurkan wawasan melalui pendidikan yang ada di kurikulum sehingga mata kuliah yang diajarkan banyak bermanfaat dalam aplikasi kegiatan kedewanan di Privinsi Banten.

"Banyak sekali yang didapat, seperti mata kuliah Teori Pelayanan Publik, Manajemen Kebhinekaan, Analisis Kebijakan Publik dan masih banyak yang lain. Ini bisa menjadi salah satu reverensi bagi penggiat kebijakan baik di pusat ataupun di daerah. STIPAN patut diberikan penghargaan," ujar Barhum dalam sebuah perbincangan di STIPAN Channel beberapa waktu lalu.

Menurutnya, terori dari mata kuliah yang selama ini diajarkan sangat aplicable dan akual sehingga dapat membantunya dalam memberikan konsep dan wawasan dalam pemerintah daerah. "Dosen, tenaga pendidikan, para pengajar sangat senior dan profesional dengan wawasan yang sangat bagus sehingga saya percaya diri mengaplikasikan mata kuliah yang saya depat dalam tugas sehari-hari," lanjutnya.

Lebih lanjut alumnus S2 Ilmu Pemerintahan STIPAN ini ini mengatakan sebagai seorang yang ditugaskan oleh partai dan mendapat kepercayaan dari masyarakat di parlemen, seorang legislator harus aspiratif, akomodatif dan bisa memanage bagaimana kebutuhan pelayanan dan aspirasi masyarakat bisa dijalankan dengan baik. Untuk itu, ia mendorong para para koleganya untuk terus menguodate kemampuan dan kapabilitas dalam bidang keilmuan.

"Tugas dan fungsi pengawasan, budgeting dan legislasi benar-benar harus tersalurkan agar kepercayan masyarakat dan tugas partai dijalankan dengan baik, apa pun rintangan harus dihadapi. Dalam konteks pelayanan masyarakat dan pembangunan harus berjalan lebih baik sehingga kita sebagai orang yang dipercaya, bisa puas dimata masyarakat," tambahnya

Foto: Barhum HS, menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Propinsi Banten (Foto: setdprd.bantenprov.go.id)

 

Menurutnya, untuk meningkatkan kapabilitas dan kualitas sumber daya manusia anggota parlemen, selain dilakukan oleh diklat kepartaian dan bimbingan teknis anggota DPRD yang dilakukan secara berkala, pendidikan melalui jalur formal di perguruan tinggi dengan mengambil kuliah pasca sarjana akan lebih konstruktif karena akan lebih fokus dan bisa menguasai banyak materi. " Saya mohon kepada pejabat daerah dan pusat, di STIPAN inilah tempat yang cukup baik untuk menimba ilmu dan wawasan sebagai orang yang mempunyai kebijakan dalam menyalurkan aspiasi masyarakat," lanjutnya.

Meski menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dengan beragam aktivitas, namun ia berusaha untuk bisa membagi waktu antara belajar, bekerja, berorganisasi politik dan untuk keluarga. "Dalam menjalankan tugas, jabatan yang dipercayakan secara langsung dalam tugas keseharian sebagai wakil ketua DPRD, kemudian aktivitas di partai politik yang wajib menyapa masyarakat dan konstituen karena jabatan politik dengan sistem pemerintah harus dipilih langsung. Jadi harus bisa membagi waktu di masyarakat, partai, pemerintah dan sekolah juga sangat penting untuk menggali ilmu sebanyak-banyak," tandasnya. SC-02*