Jakarta, STIPANnews - Menjadi seorang bintang film adalah impian setiap orang, tak terkecuali Yudas Alep Itlay. Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintah Abdi Negara (STIPAN) asal Papua ini berhasil membuktikan diri menjadi bintang film layar lebar yang akan segera rilis di Indonesia.

Yudas, dipercaya membintangi film dengan Judul Zerre, Pendekar Ufuk Timur berperan sebagai tokoh utama bernama Zerre. Berbincang bincang dengan redaksi diKampus STIPAN Jumat, 28/5/2021, Yudas menceritakan awal mulanya bisa membintangi film tersebut Menurutnya, menjadi bintang film memang sudah menjadi impiannya sejak kecil. "Menjadi aktor, haruslah orang pilihan,” ujarnya mengawali cerita. Kesempatan untuk terjun ke dunia akting pun dimulai ketika ia ditawari oleh pelatihnya untuk berlatih akting. "Sungguh itu sangat surprise sekali. mulailah saya belajar akting dan mengikut beberapa casting," tambah Yudas yang kini bekerja di bagian kemahasiswaan STIPAN ini.

Foto: Yudas Alep Itlay, pemeran tokoh Zerre

 

Namun bukan tanpa perjuangan, sejumlah casting yang ia ikutipun gagal dan nasib baik belum berpihak padanya. Banyak production house yang menolak dengan berbagai alasan termasuk merebaknya pandemi di tanah air. Optimimisnya kembali muncul setelah pada bulan November 2020 datang tawaran casting film Zerre, Pendekar Ufuk Timur yang syarat utamanya harus bisa bela diri dan asli orang Papua.

Ia sangat gembira karena dipercaya memerankan sosok Zerre sebagai tokoh utama dalam film tersebut. "Setalah saya melihat skenario filmnya, saya mengatakan Zerre itu saya banget, karena jalan cerita film itu adalah keseharian saya di Papua," ujarnya dengan bangga.

Film Zerre, Pendekar Ufuk Ttimur bercerita tentang seseorang yang berasal dari pelosok Papua yang datang ke kota untuk belajar dan ingin membanggakan tanah Papua. Menurutnya, kedatangan Zerre ke kota penuh dengan tantangan dan perjuangan terutama keinginan Zerre untuk bisa mengikuti PON yang digelar di Papua.

Proses shooting Film Zerre memerlukan waktu sekitar satu bulan, tiga hari diselesaikan di Jakarta dan sisanya di lakukan di Kota Jayapura dan beberpa daerah pelosok lainnya di Papua. "Sempat ada kendala, saat akan shooting di Wamena, setelah dilakukan PCR test covid, beberapa kru terindikasi positif jadi hanya ada beberapa kru saja yang berangkat. Tapi syukurlah semua tetap berjalan dengan baik," kenangnya.

Menurut Yudas, film Zerre ini sangat inspiratif karena memotivasi anak bangsa untuk giat belajar dan berjuang. "Saya berharap atlit-atlit Papua yang nanti berlaga di PON bisa menonton film ini, sehingga energinya muncul dan menjadi juara, Jadi nama Papua akan semakin harum," ujarnya penuh semangat.

Ia juga berharap, film ini bisa menginspirasi para wisatwaan untuk mengunjungi Papua karena di pesona alamanya yang sangat indah. Ia mengibaratkan Papua sebagai surga yang berada di bumi. "Mungkin orang di luar beranggapan Papua hanyalah hutan belantara, tapi sebenarnya memiliki keindahan alam yang luar biasa," tambahnya.

Dalam film ini, lanjutnya juga banyak mengangkat tentang budaya daerah berupa tari-tarian seni bela diri silat dan budaya keindonesiaan lainnya. Ia berharap, film Zerre ini bakal booming dan mengisnpirasi banyak orang, bukan hanya orang Papua saja tapi seluruh Indonesia. SC-02*