Internasional Focus Group Discussion

2016-12-22 14:26:48 author by admin STIP-AN

International Focus Group Discussion (FGD) merupakan langkah awal dalam membangun suatu kerjasama dengan pihak luar negeri dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi antara PPsMIP STIP-AN dengan Fakulti Kemanusiaan, Seni, dan Warisan (FKSW) –UMS Kinabalu yang dilaksanakan pada hari Selasa, 15 November 2016 bertempat di Kampus STIP-AN. Teuku Afrisal Anwar, Ph. D  (Senior Lecturer Unit Penyelidikan Etnografi dan Pembangunan Fakulti Kemanusiaan, Seni, dan Warisan, Universiti Malaysia Sabah) mewakili Fakulti – UMS dan bertindak sebagai narasumber dalam acara focus group discussion tersebut. Internasional FGD mengambil  Tema “Pengelolaan Sampah Perkotaan di Malaysia: Studi Kasus di Kota Bharu Kelantan”


Hasil diskusi dan pemaparan dapat ditarik kesimpulan dengan tiga point yaitu penguatan modal sosial (trust, nilai2/norma, gotong-royong, networking, dan kapabilitas) dikalangan masyarakat yang mampu meningkatkan efisiensi dan fasilitasi koordinasi; peran pemerintah kota sebagai fasilitator bukan sebagai pelaksana kegiatan;Modal sosial adalah bagian-bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan yang dapat meningkatkan efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan-tindakan yang terkoordinasi.[1] Modal sosial juga didefinisikan sebagai kapabilitas yang muncul dari kepercayaan umum di dalam sebuah masyarakat atau bagian-bagian tertentu dari masyarakat tersebut. Selain itu, konsep ini juga diartikan sebagai serangkaian nilai atau norma informal yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok yang memungkinkan terjalinnya kerjasama.[2] dan masyarakat sebagai subject dari pengelolaan sampah yang di kota Bharu, Kelantan, ketiga point tersebut merupakan  wujud dari proses  jalannya pemerintahan (governance) yang dikembangkan oleh para pemikir New Public Administration.